Asian Para Games 2018, Indonesia Lakukan Pengecekan Menyeluruh

0
22
Asian para games 2018
Persiapan Indonesia Menyambut Asian Para Games 2018

aeril-mag.com, Ajang perlombaan untuk para penyadang disabilitas se Asia atau Asian Para Games 2018 akan digelar 6 Oktober 2018. Stadiun Utama Gelora Bung Karno  (SUGBK) menjadi tempat pembukaan ajang sekelas asia. Indonesia kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah setelah sukses melaksanakan asian games 2018 lalu.

 Sebagai tuan rumah, tentu hal-hal yang harus dilakukan adalah mempersiapkan sebaik mungkin sebelum laga berlangsung. Mulai dari penyambutan para atlet, melakukan pengecekan ulang tempat permainan, makanan para atlet, tempat penginapan dan lain-lain.

Wakil Deputi 1 Games Operation Inapgoc, Richard Sam Bera selalu melakukan pengecekan untuk mempersiapkan sebaik mungkin. Seperi baru-baru ini (2/10/2018) ia sedang mendatangi Stadion Aquatic Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

“Semua sudah siap, hanya saja kita mempercantik saja penampilannya” unkap Richard.

Memang pernak-pernik untuk Asian Para Games 2018 masih belum terlihat. Pasalnya suasana Asian Games 2 September 2018 masih hangat. Terlihat dari lukisan-lukisan dan spot foto Asian Games lalu belum di bereskan.

Jokowi memastikan tidak ada perlakuan berbeda antara atlet Asian Para Games 2018 dengann atlet Asian Games 2018. Mereka akan mendapatkan bonus yang serupa. Peraih medali emas akan mendapatkan Rp 1,5 Milyar, perak Rp 500jt dan Rp 250jt untuk peraih medali perunggu.

“Semoga emas yang kita peroleh 16 medali dan masuk 8 besar,” kata Jokowi

811 atlet sejak selasa (2/10/2018) sudah mulai berdantangan ke ibu kota. Seperti atlet asal Hongkong sudah tiba pukul 15.00 WIB di Bandara Soekarno Hatta. 30 atlet datang menggunakan kursi roda, selebihnya menggunakan bantuan tongkat dan pendamping official.

Panitia sudah mempersiapkan beragam fasilitas untuk para atlet. Antara lain kursi roda sebanyak 556, toilet khusus disabilitas, bus lowdesk dan upper dack.

Asian Para Games 2018 di Jakarta merupakan perhelatan ketiga. Pertama kali di laskanakan di Goangzhou, Cina pada tahun 2010. Yang kedua di Korea Selatan tahun 2014.  18 cabang olahraga akan diikuti 41 negara. Para atlet harus melakukan klasifikasi terlebih dahulu, untuk menentukan jenis disabilitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here