Kisah Atlet Asian Para Games 2018 yang Penuh Perjuangan Mengharukan

0
9
Asian Para Games 2018
Perjuangan Atlet Asian Para Games 2018

aerial-mag.com, Dari namanya sendiri, Asian Para Games 2018 sudah menarik perhatian masyarakat karena inti acara olahraga ini bagi penyandang disabilitas. Menjadi seorang atlet bukanlah perkara mudah, apalagi bagi seorang difable. Menjalankan kehidupan sehari-hari secara tegar secara mandiri adalah suatu pencapaian besar bagi mereka yang miliki kekurangan.

Namun, nyatanya mereka punya kemampuan lebih sehingga bisa menjadi atlet yang mampu berjuang dan membela negaranya. Perjuangan dari para atlet sendiri sering kali mengundang air mata bagi kita yang menyaksikannya. Apalagi mereka para atlet difable yang melakukan perjuangan itu. Inilah Kisah Mengharukan dari Dua atlet Asian Para Games yang berjuang pada event olahraga difable terbesar di Asia ini:

  1.  Mahmoud Zohud

Satu-satunya atlet Palestina di APG 2018, Sosok Mahmoud sudah menarik perhatian sejak pembukaan Asian Para Games 2018, Sabtu (6/10/2018). Saat itu, dia berdefile dengan hanya ditemani pendamping.

Mahmoud mengaku bahwa dirinya sedih karena tidak semua anggota tim Palestina dapat hadir. Merasa kagum dengan sambutan hangat Indonesia, terlebih Presiden juga memberi sambutan pada dirinya.  Hingga ia sulit mengungkapkan betapa bahagianya kami dengan sambutan yang diberikan.

Mahmoud Zohud turun dengan nomor tolak peluru putra klasifikasi T55 pada Kamis ini (11/10/2018). Dia berharap agar dirinya dapat meraih hasil terbaik pada perlombaan itu. Setiap hari, orang-orang dari Kedutaan Besar Palestina selalu menghubungi dirinya. Perhatian dari orang-orang sekitar membuatnya merasa tidak kesepian selama di Jakarta

2. Insan Nurhaida

Atlet APG Indonesia Insan Nurhaida mengalami retak tulang leher dan mengalami luka-luka di bagian bahu serta pipi kanan akibat jatuh. Ketika mengikuti pertandingan nomor 100 meter putri kategori T36 APG 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, kemaren.

Ibu dari Insan, N. Mis’ati, mengatakan kemungkinan anaknya hilang keseimbangan saat sedang berlari dengan posisi tubuh yang sedikit membungkuk sehingga terjatuh. Awalnya Insan sempat berada di urutan ketiga sebelum jatuh dan wajahnya membentur lintasan berbahan gravel.

Pada awalnya Insan ditangani dokter dari pihak Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). Mis’atiberujar saat observasi awal Insan mengaku tidak apa-apa. Insan hanya mengeluh sedikit sakit di bagian leher.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here