Valentino Rossi Ingin Punya Pembalap Penguji Eropa, Ini Respons Yamaha

0
53
Pembalap Dunia MotoGP
MotoGP

Pebalap MotoGP Yamaha asal Italia, Valentino Rossi diperkirakan akan bergembira karena salah satu impian terbesarnya akan segera diwujudkan oleh Yamaha.

Pasalnya, juara dunia sembilan kali itu dikabarkan telah lama menginginkan Yamaha untuk membentuk tim penguji yang berbasis di Eropa, dan sekarang keinginannya sudah bisa terkabulkan.

Pada awalnya, Rossi mengusulkan hal tersebut bukan tanpa alasan. Ia berpendapat bahwa Yamaha harus berkaca pada para kompetitornya yang sudah lebih dulu melakukan hal tersebut seperti KTM, Ducati, dan Aprilia.

KTM mempunyai Mika Kallio, Ducati dengan Casey Stoner juga Michele Pirro, kemudian Aprilia yang memiliki Eugene Laverty.

Di sisi lain, saat ini Yamaha justru hanya mempunyai Katsuyuki Nakasuga dan Kohta Nozane sebagai pebalap penguji. Itu pun keduanya berasal dari Jepang, tidak sesuai dengan keinginan Rossi.

Terlebih usia Katsuyuki Nakasuga yang sudah tidak muda lagi, sempat dikritik oleh Rossi tentang kebijakan Yamaha yang masih mengandalkan Nakasuga.

“Kami hanya memiliki Nakasuga di Jepang, dia berusia 37 tahun dan tidak pernah tes di Eropa,” ucap Rossi.

Rossi pada akhir musim 2017 silam sempat dikabarkan menginginkan Michele Pirro menjadi pebalap penguji Yamaha. Namun sayang, penguji Ducati tersebut tidak bisa lantaran sudah ada kontrak dengan Ducati hingga 2020.

Saran Rossi terhadap Yamaha tentang tim penguji tersebut sangat masuk akal, mengingat MotoGP mayoritas diadakan di Eropa. Oleh karena itu, Yamaha rela menggelontorkan biaya cukup besar untuk honor calon pembalap penguji.

Kandidat kuat yang akan menjadi pembalap penguji Rossi asal Eropa antara lain Bradley Smith, Jonas Folger, dan Stefan Bradl. Stefan Bradl sendiri, yang kini tengah menjadi pembalap penguji di Honda Racing Corporation (HRC) merasa masa depannya belum jelas karena dikabarkan posisinya akan diganti oleh Pedrosa.

Untuk membiayai operasional tim penguji, Yamaha sendiri setidaknya harus merogoh kocek sekitar 2 juta euro (33 miliar rupiah) per tahunnya. Belum lagi ongkos kirim komponen-komponen dari Jepang ke Eropa.

Meskipun demikian, hal tersebut sangatlah sebanding dengan prospek pencapaian yang akan didapatkan oleh Yamaha terutama Valentino Rossi di MotoGP yang sudah lebih dari setahun membalap tanpa kemenangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here